Pangkalpinang, IrroNews.com — Kota Pangkalpinang bersiap menghadirkan warna baru dalam kalender pariwisatanya melalui Festival Kampung Bintang yang untuk pertama kalinya digelar pada 3–5 April 2026. Bertepatan dengan peringatan tradisi Cheng Beng, kegiatan ini diproyeksikan sebagai ruang temu budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Berlangsung di kawasan Kampung Bintang, festival ini tidak hanya menampilkan nuansa budaya Tionghoa, tetapi juga memperkuat interaksi dengan budaya lokal Melayu. Pemerintah kota menilai, kolaborasi ini menjadi representasi nyata kehidupan sosial masyarakat Pangkalpinang yang majemuk.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa festival ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan wajah kota yang inklusif. Ia menyebutkan bahwa momen Cheng Beng selalu menghadirkan peningkatan kunjungan masyarakat, sehingga dinilai tepat untuk dikembangkan menjadi event publik berskala lebih luas.
“Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga peluang untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita ingin Pangkalpinang dikenal sebagai kota yang terbuka dan harmonis,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Irma Mutiahsari, yang menyebutkan bahwa lebih dari 70 pelaku UMKM akan ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka akan menyajikan berbagai produk unggulan, termasuk kuliner khas yang telah disesuaikan dengan konsep halal, tanpa menghilangkan cita rasa budaya Tionghoa.
Selain bazar, pengunjung akan disuguhkan ragam pertunjukan seni yang mencerminkan keberagaman, mulai dari atraksi barongsai, seni bela diri taichi, hingga kesenian tradisional seperti kuda lumping. Penampilan pelajar dan komunitas lokal juga turut meramaikan suasana setiap sore hingga malam hari.
Di sisi lain, penyelenggaraan festival di area jalan umum mendorong pemerintah untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Sistem buka-tutup akan diterapkan guna menjaga kelancaran mobilitas warga, tanpa mengganggu aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
Lebih jauh, festival ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat branding Pangkalpinang sebagai kota toleransi. Nilai kebersamaan tersebut tercermin dalam filosofi “Fan Ngin Thong Ngin, Jit Jong” yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Dengan antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak, Festival Kampung Bintang diproyeksikan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ikon baru pariwisata budaya di Bangka Belitung.














