Pangkalpinang, IrroNews.com – Kenaikan harga tiket pesawat dan cabai merah menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di Kota Pangkalpinang pada Mei 2026. Menjelang Hari Raya Iduladha, dua komoditas tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan harga barang dan jasa di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month) pada Mei 2026 mencapai 0,33 persen. Angka tersebut membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 107,65 pada April menjadi 108,00 pada Mei 2026.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan bahwa lonjakan harga angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan lalu.
“Angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,15 persen dengan kenaikan harga mencapai 8,35 persen,” ujarnya dalam rilis resmi statistik, Selasa (2/6/2026).
Selain tiket pesawat, cabai merah juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Komoditas tersebut tercatat naik hingga 40,79 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,10 persen.
Tidak hanya itu, meningkatnya permintaan pakaian muslim menjelang perayaan keagamaan turut memengaruhi pergerakan harga. Baju muslim wanita tercatat mengalami kenaikan harga sebesar 14,22 persen dengan andil inflasi 0,07 persen.
BPS mencatat kelompok transportasi menjadi kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada Mei 2026, yakni sebesar 1,14 persen dan memberikan andil 0,16 persen terhadap inflasi umum. Sementara kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 1,96 persen dengan andil 0,11 persen.
Meski demikian, laju inflasi berhasil tertahan oleh penurunan harga sejumlah bahan pangan. Daging ayam ras menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,14 persen. Selain itu, harga cabai rawit dan ikan selar juga mengalami penurunan.
Secara tahunan, inflasi Pangkalpinang tercatat sebesar 1,99 persen. Angka tersebut masih berada dalam kategori terkendali, meskipun sejumlah komoditas pangan dan sektor transportasi terus menunjukkan tekanan harga.
BPS menilai perkembangan harga menjelang Iduladha perlu terus dipantau, terutama pada komoditas pangan strategis dan transportasi yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan masyarakat selama periode libur dan perayaan keagamaan.








