Pangkalpinang, IrroNews.com - Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pangkalpinang akan dilaksanakan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas akan mendatangi seluruh rumah tangga dan bangunan usaha untuk mengumpulkan data sosial ekonomi masyarakat serta aktivitas usaha yang ada di kota itu.
Narasumber menjelaskan, pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga seluruh masyarakat. Setiap rumah tangga akan dikunjungi petugas guna memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Selain pelaku usaha yang akan didata, nanti juga akan mendata kondisi sosial ekonomi masyarakat. Jadi seluruh masyarakat akan dikunjungi oleh petugas,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Untuk mendukung proses pendataan, petugas telah dibekali data administrasi awal atau pre-list yang tersimpan dalam perangkat telepon genggam. Terdapat sekitar 150 ribu data yang akan diverifikasi langsung di lapangan.
Saat mendatangi rumah warga, petugas akan mencocokkan nama kepala keluarga maupun anggota keluarga dengan data yang telah tersedia. Jika data tersebut sudah tercantum dalam pre-list, maka proses pendataan dapat langsung dilanjutkan menggunakan data yang ada.
Pendataan ini mencakup seluruh warga Kota Pangkalpinang serta seluruh jenis usaha, mulai dari sektor pertanian hingga jasa. Bahkan, sensus juga diharapkan mampu menjaring berbagai aktivitas ekonomi baru yang belum terdata sebelumnya.
“Kami berharap jika ada kegiatan usaha yang belum masuk dalam pre-list, seperti produk digital atau influencer, bisa teridentifikasi berdasarkan keterangan dari masyarakat,” katanya.
Melalui pendataan ini, BPS menargetkan cakupan data mencapai 100 persen sehingga mampu menghasilkan gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang lebih komprehensif dan berkualitas.
Adapun untuk pelaksanaan di lapangan, sebanyak 168 petugas pendataan dan 24 petugas pemeriksaan lapangan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Terkait tantangan yang mungkin dihadapi, narasumber menilai masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami atau meragukan kegiatan sensus. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat RT terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Makanya kami berkolaborasi dengan pemerintah kota sampai tingkat RT agar masyarakat mengetahui dan bersedia didata oleh petugas,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Pangkalpinang diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.




