Jelang Iduladha, Harga Beras dan Minyak Goreng di Pangkalpinang Mulai Dipantau

Pangkalpinang, IrroNews.com – Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan pemerintah mulai mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha. Beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas yang kini mendapat perhatian khusus karena dinilai berpotensi memengaruhi inflasi daerah.

Menurut Dewi, pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan harga di pasar selama Mei 2026. Jika kedua komoditas tersebut mulai menjadi penyumbang utama inflasi, maka langkah pengendalian akan segera dilakukan.

“Nah, kita lihat ini di bulan Mei ini kalau memang itu menjadi komoditas utama, ya memang kita harus melakukan pengendalian,” katanya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, pada bulan sebelumnya beras dan minyak goreng belum menjadi penyumbang utama inflasi. Namun kondisi pasar menjelang Iduladha dinilai dapat berubah sehingga perlu diantisipasi lebih awal oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dewi juga menuturkan bahwa kondisi inflasi tahunan di Pangkalpinang saat ini masih berada pada level yang rendah. Berdasarkan data April 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 0,79 persen.

“Kalau biasanya inflasi tahunan itu di atas 1 persen bahkan di atas 2 persen, sekarang bisa di bawah 1 persen. Itu benar-benar menunjukkan bagaimana inflasi itu terkendali,” ujarnya.

Selain itu, Dewi menegaskan bahwa BPS tidak mengeluarkan prediksi inflasi dalam rilis resminya. BPS, kata dia, hanya menyajikan data dan gambaran kondisi yang telah terjadi.

Sementara prediksi maupun langkah antisipasi biasanya disusun oleh TPID berdasarkan pola pergerakan harga pada tahun-tahun sebelumnya untuk mendukung pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *