PANGKALPINANG, IRRO – Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Hepatitis (ATM-H) di Kota Pangkalpinang membutuhkan lebih dari sekadar koordinasi antarlembaga. Dukungan program konkret dan penganggaran dari masing-masing sektor dinilai menjadi bagian penting untuk mengejar target Three Zero ATM-H pada 2030.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), mitra, yayasan hingga komunitas agar mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam penanganan penyakit tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam rangka Sosialisasi Penguatan Integrasi ATM-H dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Ballroom Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Selasa (3/11/2026).
Dessy menilai kolaborasi lintas sektor harus diterjemahkan menjadi program yang benar-benar berjalan di lapangan. Setiap pihak perlu mengetahui kontribusi yang dapat diberikan, termasuk dalam mendukung pembiayaan kegiatan penanggulangan ATM-H.
Ia mencontohkan penanganan HIV/AIDS yang dapat diperkuat melalui kerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), yayasan, serta komunitas yang selama ini terlibat dalam program pencegahan dan pendampingan.
“Misalnya melakukan program-program sesuai dengan bidangnya, AIDS dibantu oleh mitra-mitra, ada KPA, ada yayasan, ada komunitas-komunitas, kemudian berikut juga pembuatan anggaran,” jelas Dessy.
Menurutnya, pola kerja sama serupa juga diperlukan dalam penanganan malaria dan penyakit lainnya. Dinas Kesehatan bersama mitra terkait perlu menyusun langkah yang saling mendukung agar program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dessy menyebut, penguatan program dan dukungan anggaran tersebut juga berkaitan dengan target Kementerian Kesehatan untuk mencapai Three Zero ATM-H pada 2030.
“Karena memang dari Kementerian Kesehatan kita ada target zero ATM three zero di tahun 2030,” ujarnya.
Di sisi lain, Dessy mengingatkan bahwa keberhasilan penanggulangan penyakit tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan dini, serta menjalani pengobatan juga memiliki peran penting.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut mendatangi fasilitas kesehatan ketika membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.
“Tetap jaga kesehatan, lindungi diri sendiri, lindungi keluarga, dan lindungi orang lain, deteksi dini, dan jangan takut untuk berobat,” pesannya.
Dessy berharap keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, mitra hingga masyarakat, dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan ATM-H di Pangkalpinang demi mewujudkan target Three Zero pada 2030.










