Perubahan Iklim Picu Lonjakan Kasus ISPA dan DBD di Pangkalpinang

Pangkalpinang, IrroNews.com — Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menyoroti dampak perubahan iklim terhadap meningkatnya kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat.

 

Bacaan Lainnya

Plt.Kepala Dinas Kesehatan, dr. Thamrin, mengatakan curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat menjadi pemicu utamanya.

 

“Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat. ISPA bukan hanya terjadi di Pangkalpinang, tetapi juga di banyak wilayah lainnya,” ujar dr. Thamrin, Jumat (28/11/2025).

 

Menurutnya, gejala perubahan musim yang lebih ekstrem belakangan ini membuat masyarakat rentan mengalami gangguan kesehatan. Selain ISPA yang mendominasi, kasus DBD juga mulai mengalami peningkatan seiring masuknya musim penghujan.

 

“Fokus kami saat ini ialah tetap pada pencegahan ISPA dan DBD. Kami mengimbau seluruh warga Pangkalpinang untuk menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan,” katanya.

 

dr.Thamrin menegaskan bahwa perubahan cuaca dan masalah kualitas lingkungan menjadi faktor penting yang harus diwaspadai masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama peralihan musim.

 

“Jika batuk, gunakan masker. Biasakan mencuci tangan dan hindari kerumunan. Lengkapi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang,” pesannya.

 

Sementara itu, untuk mencegah peningkatan DBD, masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M Plus Menutup tempat penampungan air, Menguras bak atau wadah air secara rutin, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Penggunaan lotion anti-nyamuk dan memasang kelambu saat tidur juga dianjurkan.

 

dr.Thamrin berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.

 

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan aktif melakukan pencegahan agar kasus ISPA dan DBD dapat ditekan selama musim penghujan berlangsung,” ujarnya. (Tn).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *