Fokus Penguatan SDM dan HAKI, Strategi Pangkalpinang Kejar Peringkat IGA 2026

Pangkalpinang, IrroNews.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan daya saing inovasi daerah menjelang penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Tak hanya mendorong lahirnya terobosan pelayanan publik, Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) menjadi kunci utama.

Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda Penghargaan Inovasi Daerah 2025 yang dirangkaikan dengan persiapan IGA 2026 di ruang pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Rabu (11/2/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Prof Saparudin, inovasi bukan lagi sekadar pelengkap administrasi pemerintahan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah dinamika persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

“Persoalan hari ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Kita butuh terobosan dan kreativitas agar pelayanan publik semakin efektif dan responsif,” ujarnya.

SDM Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Prof Udin menekankan pentingnya menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pembangunan manusia. Bahkan, ia secara tegas menyatakan bahwa penguatan SDM harus mendapat porsi lebih besar.

“Kalau SDM kita kuat, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat. Pelayanan kepada masyarakat pun otomatis meningkat,” katanya.

Ia menilai keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari jumlah program, tetapi juga dari kualitas aparatur yang mampu mengelola dan mengembangkan inovasi tersebut secara berkelanjutan.

Karena itu, Pemkot Pangkalpinang berkomitmen memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas ASN, penciptaan iklim kerja yang kondusif, serta kebijakan yang mendorong lahirnya gagasan baru di setiap OPD.

Dorong Inovator Daftarkan HAKI

Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah pendaftaran inovasi ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh HAKI. Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi karya, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi ASN, khususnya pada jabatan fungsional.

“Kalau punya inovasi, kita dorong untuk didaftarkan HAKI. Itu menjadi bentuk pengakuan sekaligus bisa menambah poin jabatan fungsional,” jelasnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu memotivasi ASN untuk lebih serius mengembangkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Evaluasi dan Target Nasional

Meski sejumlah inovasi telah lahir sepanjang 2025, Prof Udin mengakui posisi inovasi Pangkalpinang di tingkat nasional masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mengajak seluruh OPD lebih progresif dan berani keluar dari pola kerja konvensional.

“Kita harus membangun semangat kolektif. Setiap OPD harus mampu menghadirkan solusi baru,” tegasnya.

Pada Penghargaan Inovasi Daerah 2025, sejumlah perangkat daerah menerima apresiasi, di antaranya BPBD melalui program BPBD Go To School, Dinas Perkim dengan Si Relasi RTLH, serta Dukcapil lewat inovasi Pelangi di Matamu dan Permata Aqiqah.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (MKDS), Dinas Sosial (Siap Bos), Diskominfo (Sip Kadin), Kecamatan Gerunggang (Sekaput), Kecamatan Pangkalbalam (Paling), Puskesmas Pangkalbalam (Sobat Hebat), dan Puskesmas Girimaya (Asah).

Melalui penguatan SDM, perlindungan HAKI, dan konsolidasi inovasi lintas OPD, Pemkot Pangkalpinang optimistis dapat meningkatkan posisi pada ajang IGA 2026 sekaligus menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan di lingkungan birokrasi. (Tn)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *