Munas VI Tegaskan PERSINAS ASAD Hadirkan Pesilat Profesional dan Berbudaya

Jakarta, IrroNews.com – Pengurus Besar PERSINAS ASAD menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) VI 2026 di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta. Acara ini juga menjadi momen peresmian Kantor PB PERSINAS ASAD yang berlokasi di samping Padepokan PERSINAS ASAD.

MUNAS VI mengangkat tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”, menegaskan komitmen organisasi dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul di arena olahraga, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya, sportivitas, dan akhlak mulia.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Brigjen Purn. TNI Agus Susarso, menyatakan bahwa momen ini penting sebagai tonggak setelah 30 tahun PERSINAS ASAD berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). “Proses panjang ini membentuk pesilat yang memiliki nilai kependekaran, kesatria, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Karakter ini kini diterima di berbagai lapisan masyarakat dan sejalan dengan ajaran agama,” ujarnya.

Agus Susarso menyoroti perkembangan organisasi yang pesat. Dari awal memiliki kepengurusan di 24 provinsi, kini PERSINAS ASAD sudah hadir di 37 provinsi, sementara Papua Barat dan Papua Pegunungan masih dalam tahap persiapan pembinaan dan fasilitas. Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan lokal, yang jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan, agar potensi masing-masing perguruan dapat dikelola secara profesional dan menjadi benteng budaya.

Sebagai wujud nyata komitmen organisasi, PB PERSINAS ASAD membuka Padepokan PB PERSINAS ASAD sebagai pusat latihan, musyawarah, dan koordinasi antar perguruan. “Padepokan dapat menjadi rumah besar para pendekar untuk berlatih, berdiskusi, dan membangun pencak silat yang berkarakter,” jelas Agus.

Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya MUNAS VI dan kekompakan PERSINAS ASAD. Menurutnya, keberadaan padepokan yang megah dan nyaman menjadi inspirasi bagi pengembangan pencak silat nasional. Benny menambahkan bahwa PERSINAS ASAD tidak hanya kuat dalam persatuan, tetapi juga mampu melahirkan atlet berprestasi yang membanggakan Indonesia.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemenpora, Khairil Adha, yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menegaskan bahwa PERSINAS ASAD konsisten menghasilkan pesilat berkualitas. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari budaya bangsa dan sarana menjaga kesehatan serta kekuatan fisik, sejalan dengan nilai keimanan.

Dengan terselenggaranya MUNAS VI, PB PERSINAS ASAD menegaskan fokus pada konsolidasi organisasi, peningkatan prestasi pesilat, dan penguatan peran pencak silat sebagai warisan budaya berdaya saing global. Harapannya, hasil MUNAS VI akan menjadikan PERSINAS ASAD semakin solid, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kejayaan pencak silat Indonesia di masa depan. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *