Pangkalpinang, IrroNews.com – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) mengungkap hasil Operasi Antik Menumbing 2026 yang dilaksanakan sepanjang Januari 2026. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika dengan total barang bukti mencapai ribuan gram.
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menyampaikan, selama periode 1 hingga 29 Januari 2026, pihaknya menyita narkotika jenis sabu seberat 1.443,29 gram, ganja 343,88 gram, serta 300 butir ekstasi. Selain itu, turut diamankan sejumlah obat-obatan berbahaya lainnya.
“Jika dilihat dari jumlah sabu yang disita, ini berpotensi merusak ribuan orang apabila beredar di masyarakat. Karena itu, penanganan narkoba menjadi perhatian serius kami,” ujar Viktor saat konferensi pers, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, sasaran utama Operasi Antik Menumbing bukanlah aktivitas penambangan, melainkan penyalahgunaan narkoba yang kerap terjadi di sekitar kawasan tambang, terutama di lokasi-lokasi terpencil yang minim pengawasan.
Menurut Kapolda, di sekitar area tambang sering ditemukan pondok atau gubuk yang digunakan sebagai tempat berkumpul dan mengonsumsi narkoba. Para pelaku memiliki anggapan keliru bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina saat bekerja.
“Anggapan tersebut tidak benar. Untuk bekerja dengan baik dan sehat tidak dibutuhkan narkoba. Justru narkoba merusak fisik dan masa depan,” tegasnya.
Kapolda mengungkapkan, mayoritas pelaku yang diamankan merupakan buruh harian dan pekerja tambang dari usia produktif. Selain itu, terdapat pula pelajar dan mahasiswa. Terhadap para pelaku, kepolisian menerapkan penegakan hukum serta rehabilitasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Operasi Antik Menumbing 2026 dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Bangka Selatan, Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini melibatkan jajaran Polres, BNN, TNI, serta pemerintah daerah.
Selain penindakan, Polda Babel juga melakukan upaya pencegahan dengan membongkar dan memusnahkan pondok-pondok yang diduga kerap digunakan sebagai lokasi penyalahgunaan narkoba. Langkah tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
“Masyarakat merasa terbantu dan berharap tempat-tempat seperti itu tidak digunakan kembali,” kata Viktor.
Polda Babel juga menyatakan telah mengantongi identitas sejumlah pihak yang diduga menjadi pemasok narkoba. Pengembangan kasus akan terus dilakukan meski Operasi Antik Menumbing telah berakhir.
“Pemberantasan narkoba akan terus kami lanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan. Penanganan tidak akan berhenti selama masih ada peredaran dan dukungan informasi dari masyarakat,” tuturnya. (Tn)














