PDGI Pangkalpinang Fokus pada Upaya Penurunan Kerusakan Gigi Anak yang Berdampak pada Stunting

Pangkalpinang, IrroNews.com – Tingginya angka kerusakan dan kehilangan gigi pada anak-anak usia sekolah di Pangkalpinang dan Bangka Belitung menjadi perhatian serius dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Pangkalpinang.

Ketua PDGI Cabang Pangkalpinang periode 2025–2030, drg. Widyanita Wahab, menyatakan bahwa berdasarkan data 2023, Pangkalpinang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan angka kerusakan gigi tertinggi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menurut drg. Widyanita, rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, tentang pentingnya perawatan gigi sejak dini menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kerusakan gigi di kalangan anak-anak.

“Banyak orang tua yang masih belum menyadari bahwa menjaga kesehatan gigi anak itu sangat penting. Padahal, gigi yang sehat berhubungan langsung dengan kemampuan mengunyah, yang berpengaruh pada penyerapan gizi. Apabila penyerapan gizi terganggu, risiko stunting akan semakin meningkat,” ungkap drg. Widyanita, Minggu (7/12/2025).

Dalam pengamatan PDGI, masalah kerusakan gigi ini paling terlihat di wilayah Air Itam, salah satu kawasan yang juga dikenal sebagai lokus stunting di Kota Pangkalpinang. Banyak anak di kawasan ini yang menderita kerusakan gigi serius.

Untuk menangani permasalahan ini, PDGI, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan berbagai upaya kolaboratif.

“Salah satu program yang dijalankan adalah Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), di mana tenaga kesehatan dari puskesmas secara rutin memberikan edukasi kesehatan gigi kepada siswa mulai dari tingkat TK hingga SMP” katanya.

Sedangkan untuk SMA/SMK, kegiatan yang dilakukan baru sebatas skrining, mengingat sebagian besar siswa sudah memiliki gigi permanen.

Meskipun masalah air yang memiliki kandungan timah dan pH asam di Bangka Belitung sempat menjadi sorotan, drg. Widyanita menegaskan bahwa pengaruh air terhadap kerusakan gigi anak tidaklah signifikan. Menurutnya, yang lebih berperan dalam kerusakan gigi adalah perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebiasaan menggosok gigi secara teratur.

“Jika anak-anak tidak terbiasa sikat gigi sebelum tidur, kerusakan gigi pasti akan lebih tinggi. Itu adalah faktor yang lebih dominan,” jelasnya.

PDGI terus mendorong upaya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan gigi, guna menurunkan angka kerusakan gigi dan stunting di Pangkalpinang.

“Harapannya, dengan edukasi yang lebih intensif, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini demi mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya. (Tn)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *