Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mengkaji rencana pembangunan Gedung SMP Budi Mulia dengan tetap mengedepankan upaya pelestarian bangunan lama sekolah yang berstatus sebagai cagar budaya. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin.
Menurut Wali Kota, pembangunan sarana pendidikan merupakan kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat. Namun demikian, proses pembangunan tidak boleh mengabaikan nilai sejarah yang melekat pada bangunan cagar budaya SMP Budi Mulia.
“Pendidikan adalah prioritas, tetapi pelestarian sejarah juga tidak bisa dikorbankan. Bangunan cagar budaya harus tetap utuh dan tidak mengalami perubahan,” ujar Prof. Saparudin saat memimpin rapat dialog rencana pembangunan SMP Budi Mulia, Kamis (29/1/2026).
Rapat dialog tersebut menjadi wadah diskusi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai kemungkinan solusi. Prof. Saparudin menekankan bahwa setiap keputusan harus didasarkan pada kajian mendalam, objektif, dan berbasis data yang kuat.
Dalam pembahasan itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kejelasan aspek autentisitas bangunan SMP Budi Mulia sebagai cagar budaya. Ia menilai, status keaslian bangunan harus didukung oleh bukti sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Autentisitas bangunan perlu dijelaskan secara ilmiah dan historis, baik melalui dokumen tertulis maupun kesaksian pihak-pihak yang pernah beraktivitas di dalamnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penelusuran sejarah bangunan dapat dilakukan dengan mengkaji fungsi ruang dan aktivitas yang pernah berlangsung. Menurutnya, bangunan sekolah umumnya memiliki ruang-ruang pendukung seperti ruang kepala sekolah, ruang pertemuan, hingga perpustakaan.
“Perpustakaan, sekecil apa pun bentuknya, adalah elemen penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Ini bisa menjadi indikator fungsi awal bangunan,” jelasnya.
Prof. Saparudin menegaskan bahwa proses dialog akan terus berlanjut hingga ditemukan kesepakatan terbaik. Jika diperlukan, Pemkot Pangkalpinang siap melibatkan tim ahli cagar budaya dari tingkat pusat.
“Apabila belum ada titik temu, kami akan mengundang tim cagar budaya nasional, termasuk dari Jambi dan Direktorat di Kementerian Kebudayaan, agar solusi yang diambil benar-benar komprehensif,” katanya.
Pemkot Pangkalpinang berharap, melalui dialog berkelanjutan dan kajian yang matang, pembangunan SMP Budi Mulia dapat direalisasikan tanpa menghilangkan nilai sejarah dan identitas budaya yang terkandung dalam bangunan cagar budaya tersebut. (Tn)














