Pemkot Pangkalpinang Dorong Nganggung Tuatunu Tembus Karisma Event Nusantara

Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mendorong Festival Nganggung Tuatunu agar dapat masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Langkah tersebut dilakukan seiring semakin besarnya skala pelaksanaan Festival Nganggung 2026 yang tahun ini melibatkan sekitar 40 masjid di kawasan Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Yan Rizana mengatakan, festival tahun ini menjadi momentum untuk mengembangkan tradisi Nganggung agar tidak hanya menjadi kegiatan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang lebih luas.

“Harapannya ini agenda tahunan kita Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kami juga akan mengajukan ke Kementerian Pariwisata, mudah-mudahan nanti menjadi KEN kita juga,” katanya saat menghadiri Festival Nganggung di Masjid Raya Tuatunu, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, konsep pelaksanaan tahun ini mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Tradisi Nganggung yang biasanya digelar secara terpisah oleh masing-masing masjid di Tuatunu kini disatukan dalam satu festival yang dipusatkan di Masjid Raya Tuatunu.

“Yang selama ini perayaan Maulid Nabi ini, Nganggung, biasanya dirayakan masing-masing masjid di Tua Tunu. Alhamdulillah tahun ini kita satukan di Masjid Tua Tunu,” ujarnya.

Penyatuan tersebut membuat keterlibatan masyarakat menjadi lebih besar. Sekitar 40 masjid ikut mendukung kegiatan, dengan tiga masjid utama yang terlibat yakni Masjid Al-Ikhlas, Masjid Muhajirin dan Masjid Al-Aqsha.

Jumlah dulang yang dibawa masyarakat juga diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 dulang. Besarnya partisipasi tersebut kemudian menjadi bagian dari konsep “1000 Pintu 1000 Dulang” dalam festival tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata menilai konsep tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan Nganggung sebagai event budaya yang memiliki karakter kuat dan dapat menarik perhatian wisatawan.

Jika berhasil masuk KEN, Festival Nganggung Tuatunu diharapkan dapat memperoleh ruang yang lebih luas dalam promosi pariwisata nasional.

Meski demikian, pengembangan festival tetap diarahkan untuk mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nganggung. Pemerintah tidak ingin kegiatan tersebut kehilangan identitasnya ketika dikemas sebagai agenda wisata.

Ke depan, konsep festival juga berpeluang diterapkan di kawasan lain di Kota Pangkalpinang. Salah satu wilayah yang disebut dapat ikut mengembangkan kegiatan Nganggung dalam skala lebih besar adalah Kampung Meleset.

“Sementara kita fokuskan Tua Tunu. Mudah-mudahan nanti kami akan mengajak juga daerah-daerah lain seperti Kampung Meleset, untuk bisa merayakan lebih besar kembali,” katanya.

Nganggung sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2014 untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Status tersebut menjadi salah satu modal bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengembangkan tradisi Nganggung sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus potensi wisata daerah.

Dengan dukungan puluhan masjid dan partisipasi masyarakat yang semakin besar, Festival Nganggung Tuatunu diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu membawa budaya lokal Pangkalpinang ke tingkat nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *