Bangka, IrroNews.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., menghadiri agenda BKPRMI Bangka dengan memberikan tausiyah menjelang berbuka puasa, Jumat (27/2/2026), di Masjid Baitul Islam, Dusun Temberan, Desa Air Anyir, Bangka.
Dalam tausiyahnya, Fadillah mengajak jamaah memaknai puasa sebagai ibadah yang membawa kemudahan, bukan kesulitan. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi umat-Nya dan tidak menghendaki kesukaran.
“Puasa itu jangan dianggap beban, sebab banyak orang yang menganggap puasa itu beban dan tidak ikhlas. Dalam ayat tersebut Allah menegaskan puasa tidaklah menjadi beban bagi kita. Bahkan umat Islam boleh tidak berpuasa apabila ada sebab yang dibenarkan, seperti sakit, musafir, lansia lemah, hamil, menyusui, haid atau nifas, gangguan jiwa, dan anak kecil,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan tantangan zaman modern yang sarat persaingan dan perubahan cepat. Menurutnya, umat Islam perlu membekali diri dengan iman dan ilmu sebagai dua modal utama kehidupan.
“Kita kaitkan dengan konteks kekinian, dalam zaman seperti ini tidak ada lain modal kita selain dua, yakni iman dan ilmu. Dalam QS Az-Zumar ayat 9 disebutkan, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’” katanya.
Fadillah turut mengutip nasihat Imam Syafi’i tentang pentingnya ilmu. “Barangsiapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, hendaklah ia menguasai ilmu,” tuturnya.
Selain ilmu, ia kembali menekankan pentingnya iman sebagai fondasi utama. Ia mengutip Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.
“Modal pertama kita adalah iman. Dan syarat orang yang berpuasa pun adalah beriman,” tegasnya.
Dengan gaya penyampaian yang ringan namun sarat makna, Fadillah juga menyelipkan pesan moral melalui analogi yang mengundang senyum jamaah.
“Semua penyakit itu karena kuman, yakni kurang iman. Penyakitnya bisa berupa kudis (kurang disiplin), kurap (kurang rapi), dan kutil (kurang teliti),” ucapnya disambut senyum para jamaah.
Usai ceramah, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta makan malam bersama di rumah Ketua Masjid Baitul Islam, Ustaz Suyud Sukamto, S.Ag.
Sumber ; Unmuh Babel













