Pangkalpinang, IrroNews.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat iman dan meraih derajat takwa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Baitul Hasanah, Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Jumat (20/2/2026).
Dalam khotbahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman. Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa iman menjadi syarat utama dalam menjalankan ibadah puasa.
“Ayat ini menegaskan bahwa kewajiban berpuasa diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman. Artinya, iman menjadi fondasi utama. Islam saja belum cukup tanpa iman yang kokoh untuk mendorong seseorang menjalankan kebaikan secara konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur penting dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yakni iman, puasa, dan takwa. Ketiganya memiliki keterkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan.
Rektor juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Man shāma Ramaḍāna īmānan waḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih” (HR. Bukhari No. 2014), yang menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Menurutnya, puasa menjadi jalan pintas yang Allah berikan kepada umat Islam untuk meraih derajat takwa. Ia menekankan pentingnya menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan syariat agar nilai ketakwaan benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penutup khotbah, ia juga mengingatkan janji Allah dalam Surah Al-A‘raf ayat 96 bahwa keberkahan akan dilimpahkan kepada suatu negeri apabila penduduknya beriman dan bertakwa.
“Keberkahan dari langit dan bumi akan Allah berikan kepada mereka yang beriman dan bertakwa. Inilah keistimewaan Ramadan, bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah personal, tetapi juga menghadirkan dampak kebaikan secara kolektif,” ungkapnya.
Melalui khotbah tersebut, Rektor Unmuh Babel mengajak seluruh jemaah menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan iman dan menapaki jalan takwa dengan kesungguhan.













