Rektor Unmuh Babel Tekankan Kepemimpinan Profetik Berbasis Tauhid, Keadilan, dan Keteladanan

Sungailiat, IrroNews.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., menegaskan pentingnya kepemimpinan profetik yang berlandaskan tauhid, keadilan, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu disampaikannya dalam tausiyah usai salat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung Sungailiat, Rabu (4/3/2026).

Dalam ceramahnya, Fadillah menjelaskan bahwa kepemimpinan profetik merupakan model kepemimpinan yang meneladani nilai-nilai Rasulullah SAW dan berpijak pada tiga dimensi utama. Dimensi pertama adalah tauhid kepada Allah SWT.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Fussilat ayat 30 tentang keteguhan orang-orang yang menyatakan Tuhan mereka adalah Allah dan istiqamah dalam pendirian.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup. Keteguhan tauhid inilah yang menjadi fondasi utama,” ujarnya di hadapan jemaah.

Dimensi kedua, lanjutnya, adalah menegakkan keadilan. Menurutnya, keadilan merupakan nilai yang sangat dekat dengan ketakwaan dan menjadi ciri utama kepemimpinan yang diridhai.

“Pemimpin harus mampu berlaku adil kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang. Keadilan adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang bermartabat,” katanya.

Adapun dimensi ketiga adalah keteladanan atau uswah. Seorang pemimpin, jelasnya, tidak cukup hanya memiliki visi dan kekuasaan, tetapi juga harus menjadi contoh nyata bagi yang dipimpin.

“Kita rindu sosok pemimpin yang semata-mata hanya Allah tujuan hidupnya, yang mampu menegakkan keadilan kepada siapa pun, dan yang memberikan keteladanan. Inilah sosok yang harus kita cari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Fadillah juga menyinggung dinamika konflik di Timur Tengah. Ia mengajak jemaah untuk tidak gegabah dalam menilai situasi global maupun figur pemimpin di tengah berbagai perbedaan pandangan.

Menurutnya, umat Islam perlu bersikap bijak dan objektif dalam melihat persoalan internasional, tanpa mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang.

Melalui tausiyah tersebut, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai ketauhidan, menjunjung tinggi keadilan, serta menjadikan keteladanan sebagai fondasi dalam kehidupan sosial dan dalam menentukan pilihan terhadap sosok pemimpin.

Sumber : Unmuh Babel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *