Wihaji Minta Seluruh SPPG di Bangka Belitung Layani MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Pangkalpinang, IrroNews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera memberikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Permintaan tersebut disampaikan Wihaji usai meninjau pelaksanaan MBG di salah satu SPPG di Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Rabu (6/8). Menurutnya, seluruh kelompok 3B yang memenuhi syarat harus memperoleh akses terhadap program tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi sejak dini.

“Dari laporan yang saya terima, di Provinsi Bangka Belitung sudah ada 107 SPPG yang beroperasi. Sebanyak 94 di antaranya sudah mendistribusikan MBG khusus 3B. Saya minta yang belum segera berkoordinasi dengan kepala perwakilan kami agar seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang berhak bisa mendapatkan MBG,” ujar Wihaji.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini program MBG secara nasional telah menjangkau lebih dari 9,6 juta penerima manfaat. Khusus di Bangka Belitung, sebanyak 33.852 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah menjadi sasaran program MBG 3B.

Dalam kunjungannya, Wihaji mengecek langsung pelaksanaan distribusi MBG di SPPG Kecamatan Pangkal Balam yang telah melayani 498 penerima manfaat kelompok 3B. Ia memastikan kualitas pelayanan, ketepatan sasaran, hingga standar penyajian makanan telah berjalan sesuai prosedur.

“Yang diminta Bapak Presiden adalah turun langsung ke lapangan. Kita cek apakah penerima manfaatnya tepat, bagaimana kualitas gizinya, bagaimana pelaksanaannya. Setelah saya lihat, alhamdulillah standarnya sudah bagus dan prosedurnya dijalankan,” katanya.

Menurut Wihaji, MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan program strategis pemerintah dalam menurunkan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi yang lebih sehat.

Ia menyebut program tersebut menjadi inovasi yang belum dimiliki negara lain karena secara khusus menyasar kelompok 3B.

“Kalau program makan bergizi untuk anak sekolah sudah diterapkan di banyak negara, tetapi yang khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita seperti ini hanya ada di Indonesia. Karena itu kita ingin pelaksanaannya benar-benar berjalan baik di seluruh daerah,” jelasnya.

Wihaji juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu apabila ada SPPG yang dihentikan operasionalnya. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengalihkan distribusi kepada SPPG terdekat yang masih memiliki kapasitas layanan.

“Kalau ada SPPG yang berhenti beroperasi, pasti ada solusi. Distribusi bisa dialihkan ke SPPG terdekat yang masih memiliki kapasitas. Yang terpenting, penerima manfaat, khususnya kelompok 3B, tetap mendapatkan layanan tanpa terputus,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara Kemendukbangga, Badan Gizi Nasional, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar seluruh SPPG di Bangka Belitung dapat melaksanakan distribusi MBG bagi kelompok 3B secara optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *