Nico Akbar: “Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Ini Melengkapi Derita Rakyat Kecil”

Pangkalpinang, IrroNews.com – Sabtu, 31 Januari 2026 kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi saat ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya kaum ibu rumah tangga dan pedagang kecil. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas para pedagang terhambat akibat sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kg.

Selaku Ketua Persatuan Pedagang Kecil Millenial (PPKM), Nico Akbar menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terjadi. Menurutnya, permasalahan seperti ini seharusnya tidak berlangsung lama dan dapat segera diatasi oleh para pemangku kebijakan.

Bacaan Lainnya

“Kelangkaan gas elpiji 3 kg seharusnya bisa cepat teratasi apabila stok dan distribusi diawasi dengan benar,” ungkap Nico Akbar.

Lebih lanjut, Nico menyampaikan bahwa kelangkaan elpiji 3 kg merupakan bagian dari derita masyarakat kelas bawah. “Untuk mendapatkan gas tersebut, masyarakat harus saling berebut, mengantre berjam-jam, bahkan ada yang terpaksa membelinya dengan harga mahal yang tidak wajar. Rakyat sudah hidup dalam kesulitan, ekonomi terguncang, pedagang menjerit, pasar sepi pembeli. Maka lengkaplah sudah penderitaan rakyat kecil ini,” ujarnya.

Sebagai Ketua Persatuan Pedagang Kecil, Nico menyesalkan lambannya penanganan kelangkaan elpiji 3 kg oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang serta pemangku kebijakan lainnya. Ia menuturkan bahwa banyak pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kecil Millenial (PPKM) mengalami hambatan, bahkan ada yang terpaksa tidak berjualan karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Nico Akbar menegaskan, “Kami berharap pemerintah dapat bergerak cepat dalam mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg ini. Jangan masyarakat hanya disodorkan dengan imbauan untuk bersabar. Selain itu, aparat penegak hukum harus mengawasi secara ketat pihak-pihak yang memanfaatkan situasi, seperti penimbunan atau penjualan dengan harga yang tidak wajar. Kasihan masyarakat kecil, karena fenomena ini merupakan bagian dari derita rakyat kecil,” tutup Nico Akbar selaku Ketua Persatuan Pedagang Kecil Millenial (PPKM).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *