Rumah Layak Huni Pertama Program APBD 2025 di Pangkalpinang Resmi Diserahkan Wali Kota

Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai merealisasikan program peningkatan kualitas hunian bagi warga berpenghasilan rendah. Pada Selasa (9/12/2025), Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin (Prof. Udin) meresmikan pembangunan rumah layak huni milik Ujang di Kelurahan Pintu Air, Jalan Marica RT 08 RW 03.

Dalam kesempatan itu, Prof. Udin menegaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat. Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kota Pangkalpinang dan juga diusulkan melalui skema pendanaan APBN.

Bacaan Lainnya

“Pengecekan sudah dilakukan sejak awal, dan syarat utama penerima bantuan adalah status rumah yang bersertifikat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Prof. Udin.

Ia menjelaskan, penilaian rumah tidak layak huni dilakukan melalui empat kategori verifikasi. Rumah Ujang dinyatakan memenuhi kriteria dan berhak menerima bantuan. Pada tahun 2025, Pemkot mengalokasikan lima unit bantuan rumah tidak layak huni melalui APBD, dengan nilai sekitar Rp82 juta untuk rumah baru dan Rp60 juta untuk perbaikan.

Selain dukungan APBD, Pemkot juga mengusulkan 460 unit rumah untuk didanai melalui APBN. “Harapan kita, semua bisa terealisasi sehingga semakin banyak warga yang mendapatkan hunian yang lebih baik,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pangkalpinang, Muhammad Belly Jawari, menyebutkan bahwa capaian pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni di kota tersebut telah mencapai 1.225 unit dari berbagai sumber pendanaan, termasuk APBD, DAK, CSR, dan BSPS.

“Tahun ini kita bangun lima unit, tiga di antaranya pembangunan baru. Rumah Pak Ujang termasuk pembangunan baru dengan tipe 36, dua kamar tidur, langit-langit PVC, satu kamar mandi, dan struktur bangunan yang aman,” jelas Belly.

Ia menambahkan bahwa rumah bantuan tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan selama lima tahun.

Sementara itu, Ujang Andi Wijaya (62), penerima bantuan, tidak menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku rumah yang ditempati sejak 1979 itu selalu bocor saat hujan dan belum pernah direnovasi.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Dengan pendapatan saya, mungkin tidak akan pernah bisa memperbaiki rumah seperti ini. Terima kasih kepada Pemkot Pangkalpinang,” kata Ujang.

Dengan diresmikannya rumah pertama dari program APBD 2025 ini, Pemkot berharap masyarakat dapat menikmati tempat tinggal yang lebih layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (Tn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *